Selasa, 11 Desember 2012

pindang iga palembang

Pindang Iga Palembang

Ini masakan khas Palembang.
Taunya ya dari keluarga suamiku nyang asli Palembang
Paling enak kalo dapet iganya yang masih banyak tulang mudanya, krauk..krauk... dikunyahnya enak deh.... hihihiii

Bahan :
  • 1 kg iga sapi, kalo bisa cari yang banyak tulang mudanya
  • 8 siung bawang merah, iris halus
  • 4 siung bawang putih, iris halus
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang sereh, digeprak
  • 3 cm kunyit, iris halus
  • 3 cm jahe, iris halus
  • 3 cm laos, iris halus
  • 2 sdm air asam jawa dari ± 3 mata asam jawa
  • 3 buah cabe merah, belah 2 boleh dibuang bijinya
  • 3 buah cabe ijo, belah 2 boleh dibuang bijinya
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdm kecap asin
  • garam secukupnya
  • 1 ikat daun kemangi, petiki
  • 1 batang daun bawang, potong-potong
  • 1 buah tomat, potong 8

caranya:
  • didihkan air didalam panci secukupnya sampai kira-kira iga sapi terendam semua
  • setelah mendidih, masukkan iga sapi, bawang merah, bawang putih, salam, sere, laos, kunyit, jahe, masak sampai iga empuk
  • masukkan air asem jawa, kecap manis, kecap asin, garam
  • masukkan cabe merah dan cabe ijo, didihkan lagi
  • sesaat sebelum dihidangkan, masukkan tomat, kemangi dan daun bawanghidangkan panas-panas

psst......... kalo mau cepet, bisa juga iga plus bumbu dipresto, tapi cabe masuk setelah iga selese dipresto ajah

tugas dosen

rujak mi palembang

Bahan:
150 gr mie basah
25 gr soun kering, rendam dalam air panas, tiriskan
100 gr mentimun, iris dadu kecil
25 gr taoge, buang akarnya
250 gr gula merah
150 ml air
2 sdm cuka masak
50 gr ebi, rendam air panas, tiriskan, haluskan
Haluskan:
3 siung bawang putih
10 bh bawang merah
10 bh cabai rawit merah
1 sdt ebi
1 sdt garam
Cara membuat rujak mie palembang:
1. Masak air dan gula hingga mendidih dan gula larut. Angkat, saring.
2. Didihkan kembali air gula, tambahkan bumbu halus, masak hingga bumbu matang, angkat, dinginkan.
3. Setelah bumbu dingin, tambahkan cuka masak.
4. Penyajian: atur mie, soun, mentimun, taoge, dalam mangkuk, siram dengan bumbu, taburi bagian atasnya dengan ebi yang sudah disangarai. Sajikan.
Untuk 6 porsi rujak mie

tugas dosen

kerupuk (kemplang palembang)

Jalan sedikit dari Pempek Dempo Anda bisa temukan toko yang menjual aneka macam kerupuk. Tepatnya di Jl. Dempo luar. Namanya Kerupuk 601. Segala jenis kerupuk dijual di situ. Umumnya para pembeli membeli dalam jumlah besar untuk oleh-oleh. Sama dengan kerupuk 601, ada lagi kedai kerupuk yang dinamakan Taxi 333. Di sini dijual lebih dari 10 jenis kerupuk kemasan kecil hingga kemasan besar. Berbeda dengan kerupuk 601 yang cuma menjual, kedai kerupuk 333 juga menjadi tempat untuk membuat kerupuk. Orang Palembang menyebut kerupuk dengan nama kemplang. Tetapi sesungguhnya ada perbedaan khusus antara kerupuk seperti yang selama ini kita kenal dengan kemplang. Secara pembuatan memang tidak berbeda jauh, tetapi penyelesaiannya berbeda. Kerupuk digoreng, sedang kemplang dibakar. Ada tiga jenis utama kerupuk atau kemplang yang dijual yaitu ikan gabus, belida, dan tenggiri. Yang terbuat dari ikan tenggiri, rasa dan aromanya lebih tajam. Untuk membuat kerupuk-kerupuk ini dibutuhkan waktu 3 hari. Dari tiga bahan dasar tadi dibuat aneka bentuk kerupuk. Dari yang ukurannya bulat kecil (garis tengah 4 cm), bulat lebih besar, oval, sampai seperti mi yang bergulung-gulung. Anda tinggal memilih bahan dasarnya sekaligus bentuk dan ukuran kantongnya. MARTABAK HAR Kalau di Jakarta atau beberapa tempat lain martabak telur berisi adonan daging, lain dengan Palembang. Martabak telur betul-betul cuma berisi telur. Setelah kulit yang lebar tipis itu dicelupkan ke minyak panas, segera dituangkan kocokan telur ayam di atasnya. Kulit lantas dilipat seperti biasa lalu dibiarkan sampai cokelat. Martabak seperti ini disajikan bersama kuah kental yang terbuat dari campuran kentang, air, dan rempah-rempah. Nah, martabak serupa ini yang cukup populer di Palembang adalah martabak Har singkatan dari Haji AbdulRosak, sang pemilik yang orang Palembang keturunan India. Letaknya di Jl. Jend. Sudirman. Usia kedai ini sudah cukup tua karena sudah berdiri sejak tahun 1930. kedai ini selalu ramai dikunjungi dari siang hingga malam. Tak heran kalau setiap hari harus disediakan paling tidak 4 peti telur. MASAKAN KHAS PALEMBANG Banyak kedai atau restoran yang agak besar yang khusus menjual masakan atau hidangan Palembang. Di antaranya adalah Pindang Meranjat yang letaknya di daerah Pakjo. Ada lagi restoran serupa bernama Pindang Pegagan yang letaknya di Jl. Demang Lebar Daun. Keduanya menyediakan tempat lesehan hingga yang makan bisa bersantap dengan santai beralaskan tikar. Restoran lainnya adalah Palembang Indah. Letaknya tepat di belakang Internasional Plaza. Hanya saja di sini tidak disediakan tempat lesehan. Tetapi ketiganya menyediakan makanan khas Palembang yang cukup variatif dan banyak jenisnya. Mulai dari pindang yang rasanya asam-asam segar karena ditambah nanas, pentung daging (bola-bola daging giling berbumbu abon), brengkes (pepes), sate ikan (gilingan ikan yang dibumbui dan dicampur telur lalu dibungkus daun dan dikukus), dan sambal kemang atau mangga muda. LEMPOK DUREN Lempok duren amat terkenal di Palembang. Namun adanya hanya musim durian saja. Di toko-toko oleh-oleh lempok berbungkus kertas minyak ini selalu terlihat. Dijual per kilogram. Harganya relatif mahal karena bahan dasarnya betul-betul hanya durian dan gula. PASAR AMPERA Pergi ke Palembang tanpa datang ke pasar Ampera rasanya kurang lengkap. Pasar ini termasuk pasar yang besar dan terkenal di Palembang. di pasar ini bukan cuma dijual sayuran dan buah-buahan tetapi bahan-bahan khas Palembang. Misalnya, bekasem. Bekasem dibuat dari ikan kecil yang dicampur nasi lalu ditaruh di tempat tertutup rapat dan dibiarkan menjadi asam. Setelah cukup waktunya, bekasem digoreng atau ditumis sampai berbutir-butir, dihidangkan bersama nasi hangat. Di pasar ini juga disediakan bermacam bumbu giling yang sudah dibungkus sesuai jenis masakannya. Misalnya bumbu rendang, malbi, dan kari. Praktis sekali hingga saat memasak, kita tidak perlu lagi meracik dan menghaluskan bumbu. Anda tinggal membeli daging, ayam, atau ikan patin yang banyak juga dijual di sana dalam bentuk potongan-potongan yang artistik. Menjelang Lebaran atau Lebaran Haji, dijual juga ketupat kosong. Umumnya rumah ketupat terbuat dari daun kelapa, tetapi selongsong ketupat di Palembang terbuat dari daun lontar hingga warnanya cokelat muda. Bentuknya pun besar-besar, jauh lebih besar dari ketupat pada umumnya.
 
tugas dosen

makanan palembang

makanan palembang

PEMPEK

pempek yang diminati banyak orang. Yang pertama adalah Pempek Dempo. Letaknya di Jl. Dempo Dalam. Banyak jenis pempek dijual di situ dari lenjer (pempek panjang), kapal selam (pempek isi telur), pempek tahu (tahu diisi pempek), pempek adaan (pempek bulat), dPempek tentu jadi prioritas utama bagi para turis domestik atau orang Palembang asli yang lama meninggalkan kotanya. Banyak sekali kedai pempek di sepanjang jalan. Namun Sedap Sekejap mencatat, paling tidak ada 3 kedai an pempek pepaya (seperti pastel diisi serutan pepaya). Satu lagi adalah pempek kerupuk yang bentuknya seperti mi bergulung-gulung. Semua jenis pempek memiliki dua ukuran besar dan kecil. Begitu datang, biasanya pengurus kedai akan menyajikan seluruh jenis di piring berikut piring kecil untuk tempat menaruh cuka. Cukanya sendiri ada di dalam botol yang tersedia di tiap meja. Cara makannya cukup unik. Kalau di sini pempek disajikan dengan kuah mengguyur, di sana pempek dimakan dengan cara dicocolkan pada kuah. Itu sebabnya tempat untuk kuah cukup di piring kecil. Kecuali pempek, di kedai ini juga dijual makanan khas lain yang masih berhubungan dengan pempek seperti tekwan, model, laksam, dan celimpungan. Tekwan adalah sup yang agak asam rasanya dengan bakso ikan yang dilengkapi kaldu udang, soun, jamur kuping, dan irisan bengkuang. Mirip dengan sup ini adalah model. Isinya berupa irisan pempek tahu lalu disiram dengan kuah yang mirip tekwan. Laksam juga berisi pempek. Tetapi kali ini pempek lenjer. Kuahnya bersantan. Begitu juga dengan celimpungan. Hanya saja pempek yang digunakan adalah pempek adaan dan kuahnya berwarna kuning. Kedai pempek lain yang populer dan juga banyak dikunjungi adalah Pempek Noni. Letaknya di Jl. Kolonel Haji Burlian, di depan kantor polda. Sama seperti pempek Dempo, di sini pun bisa Anda temui aneka jenis pempek dalam dua jenis ukuran. Di tempat ini juga Anda bisa membeli oleh-oleh lain berupa aneka kerupuk dan kemplang. Satu lagi tempat pempek yang sedang naik daun adalah Pempek Pak Raden. Kedai ini sudah 10 tahun usianya. Pendirinya adalah Bapak Ahmad Rivai Husein. Tentu juga dilengkapi oleh-oleh khas Palembang seperti kerupuk dan tekwan kering (bakso ikan kering siap pakai). Menyadari banyak orang senang membawa pempek untuk oleh-oleh di ketiga tempat ini sudah disediakan kemasan khusus berbentuk kardus yang diplakban rapat. Di dempo, malah disediakan cuka dalam konsentrasi pekat hingga kita tidak terlalu berat menjinjingnya. Sesampai di rumah larutan cuka tadi tinggal diencerkan dengan air. Kalau Anda berjalan-jalan di jalan utama, selalu tampak pempek yang dijual di kaki lima atau dijual di gerobak dorong secara berkeliling. Ada jenis pempek yang unik yang tidak dijual di kedai di atas. Namanya juga pempek lenggang, tetapi bentuknya bukan bulat panjang. Tetapi adonan dasarnya pempek, dari ikan, tepung kanji, dan ditambah telur. Makanya warnanya kekuningan. Adonan ini dimasukkan dalam takir daun berbentuk segi empat lalu dibakar. Kemudian panas-panas dimakan bersama kuah cuka. 
tugas dosen

burgo palembang

Bahan:
  • 250 gr tepung beras
  • 50 gr tepug sagu
  • 1 sdm kapur sirih
  • 250 ml air mendidih
  • 500 ml air biasa
  • garam secukupnya
  • 500 ml santan
  • 250 gr ikan gabus, direbus, disuwir halus
  • 3 lembar daun salam
  • bawang goreng secukupnya
Digiling atau Haluskan bahan bahab berikut:
  • 1/2 sdm ketumbar
  • 2 sdm lengkuas
  • 2 sdm kencur
  • 1 sdm irisan bawang putih
  • 1/2 sdm garam
  • 50 gr kelapa parut
Cara Membuat :
  • Seduh sebagian tepung beras dengan 250 ml air mendidih. Aduk merata. Tambahkan sisa tepung beras sedikit demi sedikit, lalu sagu, garam, dan air kapur sirih serta air biasa. Aduk hingga menjadi adonan
  • Buat dadar tipis-tipis dari adonan tadi, angkat lalu digulung. Potong-potong, sisihkan
  • Rebus bumbu yang telah dihaluskan dengan santan bersama daun salam.
  • Masukkan daging ikan yang sudah disuwir halus. Setelah mendidih, angkat
  • Hidangkan burgo dengan potongan dadar, lalu disiram dengan kuah ikan. Taburi bawang goreng
Resep adonan untuk 5 porsi Burgo.
Nb: kalo diliat pas lagi bikin adonan kayak bikin kue nastar banget, tipsnya tepung beras jangan langsung dimasukin semua tapi sedikit demi sedikit biar adonannya pas.

tugas dosen

sate ikan

Kuliner Khas Palembang – Berikut adalah Kuliner khas Palembang terbuat dari Ikan dan sangat lezat sekali yakni sate ikan bagaimana cara membuatnya ya yuk kita saksikan resepnya .
Bahan:
  • 1 kg ikan tenggiri/gabus giling.
  • 10 siung bawang merah
  • 200 cc santan dari 1 butir kelapa
  • 1 siung bawang putih
  • Garam secukupnya
  • Daun pisang
Pelengkap jika mau ditambahkan :
  • 2 bh timun, diserat halus, atau
  • 1 labu siam diparut dan diperas untuk membuang airnya, atau
  • Sebelah kubis hijau, diiris halus.
Cara Membuat:
  1. Bawang merah dan putih diiris tipis.
  2. Ambil daging giling, masukkan bawang merah dan putih yg sudah diiris.
  3. Masukkan salah satu bahan pelengkap (jika mau)
  4. Campurkan santan, garam. Aduk rata
  5. Ambil daun pisang, taruh kira-kira 2 sendok makan adonan ikan bungkus dan semat dengan lidi
  6. Kukus kira-kira 30 menit. Dimakan sebagai lauk makan nasi.
Catatan :
Tidak pakai labu tidak apa-apa (kalau saya lebih suka timun atau kubis)
Daun pisang diganti aluminium foil.

tugas dosen

tekwan palembang

Resep Masakan Palembang Tekwan
Bahan yang dibutuhkan untuk Maskan Tekwan :

  • 400 gram udang
  • 1250 ml. air
  • 10 gram jamur kuping kering
  • 10 gram bunga sedap malam kering
  • 75 gram bengkuang, kupas
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 5 siung bawang putih, haluskan
  • ½  sendok teh merica bubuk
  • 2 -3 sendok teh garam
  • 1 sendok makan cuka 5 %
  • Bawang goreng
  • Seledri cincang

Untuk adonan ikan :

  • 125 gram ikan belida atau tenggiri, potong kecil-kecil
  • ½ putih telur, kocok
  • 1 sendok teh garam
  • 75 ml air
  • 75 gram tepung kanji
  • Air untuk merebus

Untuk sambal cabai Rawit :

  •  Aduk menjadi satu 15 buah cabai rawit, rebus, kemudian haluskan.
  • 1 sendok makan cuka 5 %
  • 1/8 sendok teh garam

Cara Membuat Masakan Tekwan :

  • Kupas udang, kemudian sisihkan. Ambil kulit dan kepala udang, sangrai selama +- 5 menit hingga berubah warna. Tuangi air, masak di atas api kecil hingga mendidih, angkat. Kemudian saring dan buang ampasnya, dan ukur kaldu sebanyak +-1000 ml, sisihkan. Cincang udang kasar-kasar, sisihkan.
  • Rendam jamur kuping dan bunga sedap malam dalam air panas hingga lunak. Cuci, peras dan tiriskan, kemudian iris-iris jamur kuping. Buang putting sedap malam, lalu ikat simpul. Iris bengkuangberbentuk batang korek api, sisihkan. 
  • Untuk adonan isi : lumatkan ikan, aduk bersama putih telur dan garam, sambil dituangi air. Tambahkan tepung kanji, uleni hingga adonan kalis atau tidak lengket di tangan. Bentuk adonan dengan tangan, cubit-cubit adonan sebesar kelereng, masukkan ke dalam air mendidih. Masak hingga mengapung dan angkat, tiriskan. Masukkan ke dalam kaldu udang dan jerang kembali di atas api.
  • Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum, masukkan udang cincang, aduk hingga udang berubah warna. Masukkan jamur kuping, bunga sedap malam, dan bengkuang, aduk hingga layu, angkat. Masukkan tumisan ke dalam panci kaldu, bubuhkan merica, garam dan cuka, masak hingga mendidih, angkat.
  • Pindahkan tekwan ke dalam mangkuk saji, taburi bawang goreng dan seledri cincang. Hidangkan dengan pelengkap sambal cabai rawit.

Saran penyajian untuk masakan tekwan :
Tekwan adalah hidangan dari Palembang ini dapat diperlakukan sebagai sup. Tambahkan ketupat atau lontong untuk menjadi hidangan sepinggan.
 
tugas dosen